Ketiga kemajuan teknologi juga membantu para siswa dalam melakukan penelitian ilmiah di laboratorium seperti laboraturium kedokteran, biologi, kimia, dll. Saudara-saudara yang saya cintai! Kita telah mendengarkan pengaruh positif teknologi, nah sekarang kita juga harus membahas tentang pengaruh negatif teknologi.
Pemudamenjadi tonggak utama untuk kemajuan suatu negara. Setiap tanggal 28 Oktober, Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Di era digital, peran pemuda untuk memberikan inovasi di bidang teknologi sangat penting. Saat ini, kita sudah berada pada era disrupsi dimana ide dari generasi muda dapat merubah setiap sistem atau struktur yang sudah ada.
Naskahpidato tentang iptek - Berbicara mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi di jaman sekarang ini tentunya bukan hal yang aneh lagi, karena memang hampir disetiap lini kehidupan kita, kita tak bisa terlepas dari yang namanya ilmu pengetahuan dan teknologi. sehingga memang pembahasan mengenai hal tersebut nampaknya akan selalu saja menarik.Untuk itu, pada kesempatan kali ini disini kami
Bersamasama, CSC dan rekan-rekannya akan memperkuat keunggulan ruang blockchain dan memberdayakan kemajuan teknologi blockchain di seluruh dunia. Published by IT Info on August 5, 2022. Mereka mendirikan stan merek di tempat tersebut dan menyampaikan pidato online tentang metaverse. Sebagai rantai publik yang terlibat dengan pengguna dan
Padakesempatan kali ini saya akan menyampaikan masalah tentang dampak kemajuan teknologi bagi para pelajar. Memanaskan otak dan kulit sebuah studi di swedia menunjukan peningkatan rasa sensasi panas sebesar 48 kali terhadap telinga muka dan kepala dari pengguna ponsel. Contoh pidato tentang handphone dan pengaruhnya ba.
Seiringperkembangan zaman perkembangan teknologi informasi dapan memudahkan manusia untuk beraktifitas melihat berita dan mencari berbagai informasi yang beredar di dunia teknologi ada dua dampak negatif dan positif tentang teknologi saat ini. Yuk Simak perkembangannya!
13Ayat Al-Quran Tentang Teknologi AlQuranPedia.Org - Teknologi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Saat ini kita saja sedang menggunakan teknologi berupa handphone, laptop dan internet. Teknologi seakan-akan menjadi kebutuhan primer bagi seseorang.
Contohpidato tentang Pendidikan wajib belajar 12 tahun telah lama banyak di sampaikan, pidato ini biasanya disampaikan oleh orang yang peduli pada dunia pendidikan seperti pada materi pendidikan, guru, lembaga dan lain sebagainya. hal ini didukung dengan kemajuan teknologi yang semakin mudah, sehingga dalam setiap aktivitas terasa sangat
1 PIDATO BAHASA INDONESIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Puji dan syukur, kita panjatkan ke hadirat TUHAN karena berkat karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat di tempat ini. Teman-teman semuanya, Dalam kesempatan ini, saya akan menyampaikan pidato yang bertema Teknologi Informasi.
Naskahpidato tentang dampak teknologi - Jika kita berbiacra mengenai teknologi tentunya tak akan pernah ada habisnya karena memang teknologi akan selalu berubah seiring dengan berkembangnya sebuah ilmu pengetahuan. Kemajuan teknologi yang terus berajalan semakin membuat dunia ini seolah merupakan ruang tanpa batas. Masyarakat dari segala
KpkVAwm. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tidak dapat dipungkiri kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah berkembang dengan begitu cepat. Kehidupan masyarakat saat ini tidak dapat dipisahkan dari teknologi khususnya masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Teknologi menawarkan kemudahan dalam berbagai aspek, contohnya dalam mengakses dan menyebarluaskan informasi, komunikasi, melakukan jual-beli, layanan kesehatan, mengakses kajian dakwah islam dimanapun dan kapanpun, dan lain data dari KOMINFO Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2021, pengguna internet di Indonesia telah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 11%. Pada tahun sebelumnya pengguna internet di Indonesia sebesar 175,4 juta orang pengguna dan kemudian pada tahun 2021 mengalami peningkatan pengguna internet menjadi 202,6 juta APJII Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat 15% setiap tahunnya. Pada posisi pertama, 89,35% orang menggunakan internet untuk berkomunikasi dan menyebarkan informasi melalui layanan pesan instan seperti WhatsApp, Line, dan Telegram. Posisi kedua, 87,13% pengguna internet di Indonesia menggunakan media sosial seperti instagram, facebook, twitter, dan aplikasi lainnya untuk memamerkan karya, membagikan momen-momen keseharian mereka, dan lain sebagainya. Dan posisi terakhir, 74,84% pengguna menggunakan internet untuk mengakses mesin pencarian yang dimana layanan ini didominasi oleh aplikasi dari google. Hal-hal yang diakses oleh pengguna internet diantaranya yaitu 72,79% orang menggunakannya untuk melihat foto, 69,64% menggunakannya untuk melihat video, 70,23% orang menggunakannya untuk mengunduh video, 56,77% mengunduh gambar, 55,30% untuk membaca artikel, 35,99% untuk mengunggah file, 33,58% untuk berkomunikasi melalui e-mail, 32,19% untuk belanja online, 16,97% untuk melakukan pendaftaran, 8,12% untuk melakukan penjualan barang, dan 7,39% orang melakukan layanan perbankan. Berdasarkan data dan hasil survey di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan internet di Indonesia cukup sangat tinggi. Oleh sebab itu, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan juga untuk mengembangkan, memperkenalkan, dan menyebarluaskan dakwah islam. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan aplikasi yotube. Aplikasi youtube adalah salah satu contoh media sosial berbasis video yang dapat dengan mudah diakses oleh siapapun dan kapanpun mereka berada. Saat ini perkembangan youtube telah mengalami peningkatan yang sangat cepat. Banyak hal yang dapat kita akses diaplikasi youtube, seperti ceramah agama, murotal Alquran, dan lain-lain. Youtube dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan dan mendengarkan kajian-kajian islam. Di era sekarang ini, banyak ustaz-ustaz maupun panitia kajian islam yang menggunakan youtube untuk berbagi video dakwah mereka dengan cara melakukan live streaming maupun mengunggah video ceramahnya di youtube. Dengan adanya layanan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat karena dapat mendengarkan kajian dimanapun tanpa harus mendatangi tempat diadakannya kajian tersebut atau tidak terhalang oleh jarak dan youtube, media sosial lainnya seperti instagram, facebook, dan twitter juga dapat digunakan untuk mengembangkan dakwah islam. Dalam islam, menuntut ilmu khususnya ilmu agama hukumnya adalah wajib. Dalil tentang kewajiban menuntut ilmu dijelaskan dalam Alquran surah Al-Mujadalah ayat 11"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan didalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat". Al-Mujadalah ayat 11 Ayat di atas menjelaskan tentang adab dalam menghadiri majelis, akan ditinggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat oleh Allah serta ayat ini juga memberikan motivasi bagi orang-orang yang beriman untuk menuntut ilmu dan menjadi orang yang teknologi saat ini semakin pesat, seperti sebuah raksasa yang berlari dengan sangat cepat. Jika seseorang tidak dapat mengikutinya maka akan tertinggal dan akan dilibas oleh zaman. Kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat dan keuntungan bagi manusia, tetapi disamping itu juga dapat mendatangkan kerugian. Oleh sebab itu manfaatkanlah teknologi dengan sebaik-baiknya dan pergunakan dengan bijak. Salah satunya yaitu dengan menggunakan teknologi untuk berdakwah. Dengan adanya teknologi, perkembangan dakwah islam dapat semakin luas dan dapat diakses dimana saja. Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sebelum kita membahas ke topik utama, mari kita membahas terlebih dahulu seajarah penerapan teknolgi dalam islam. Pada abad ke VIII samapi dengan abad ke XIII islam islam pernah berjaya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologinya. Ini dibuktikan dengan banyaknya ilmuwan-ilmuwan islam yang terkenal tulisannya pada masa itu, misalnya dalam bidang astronomi, al-Battn Albategnius dapat menghasilkan tabel-tabel astronomi yang sangat akurat pada sekitar tahun 900 M, selain dalam bidang astronomi, dalam bidang kedokteranpun ada Abu Bakar Muhammad bin Zakariyya al-Razi atau Rhazes 250-313 H/864-925 M atau 320 H/932 M , Ibn Sn atau Avicenna 1037 M, Ibn Rushd atau Averroes 1126-1198 M, Ab al-Qsim al-Zahrw Abulcasis, dan Ibn uhr atau Avenzoar 1161 M.Al-w karya al-Rz yang merupakan ahli dalam bidang kedokteran pada masanya, dan masih banyak ilmuwan-ilmuwan hebat islam lainnya, yang sangat berkompeten dibidang teknologi. Selain itu juga, pada jaman kejayaan islma, para cendekiawan muslim sangat di segani dan di hormatkan masyarakatnya, bahkan mereka diberi gelatr muhandis. Muhandis adalah kata dari bahasa arab, artinya kurang lebih sama lah dengan "Engineer" atau "Insinyur". Dengan adanya hal tersbeut, membuktikan bahwa perkebangan teknologi bukan merupakan hal yang baru dalam dunia islam sendiri, alquran tidak pernah mengekang umatnya untuk maju dan modern, justru islam sangat mendukung kemajuan umatnya untuk melakukan penelitian dan bereksperimen dalam bidang apapun termasuk dalam bidang teknologi. Bagi islam, teknologi merupakan bagian dari ayat-ayat allah yang perlu kita gali dan kita cari kebenarannya, misalnya dalam ayat alquran dibawah ini Artinya "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-si. Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. QS. Ali-Imran 190-191.Ayat-ayat diatas menjelaskan bahwa semua yang ada dilangit dan bumi yang penuh misteri ini dapat kita mencari tahu kebenarannya dengan melakukan penelitian-penelitian yang kita lakukan. Dengan kita sebagai umat islam melakukan penenlitian tersebut diharapkan dapat membantu kita dalam mencari kemudahan hidup baik didunia maupun diakhirat dalam bidang apapun termasuk teknologi. Selain banyak memuat tentang pentingnya pengembangan sains, Alquran juga dapat dijadikan sebagai inspirasi ilmu dan pengembangan wawasan berpikir sehingga mampu menciptakan sesuatu yang baru dalam kehidupan. Hanya saja, untuk menemukan hal tersebut, dibutuhkan kemampuan untuk menggalinya secara lebih mendalam agar potensi alamiah yang diberikan Tuhan dapat memberikan kemaslahatan sepenuhnya bagi keselarasan alam dan manusia. Kemajuan teknologi modern yang begitu pesat telah memasyarakatkan produk-produk teknologi canggih seperti radio, televisi, internet, alat-alat komunikasi dan barang-barang mewah lainnya serta menawarkan aneka jenis hiburan bagi tiap orang tua, kaum muda, atau anak-anak. Namun tentunya alat-alat itu tidak bertanggung jawab atas apa yang diakibatkannya. Justru di atas pundak manusianyalah terletak semua tanggung jawab itu. Sebab adanya pelbagai media informasi dan alat-alat canggih yang dimiliki dunia saat ini dapat berbuat apa saja kiranya faktor manusianyalah yang menentukan operasionalnya. Adakalanya menjadi manfaat yaitu manakala manusia menggunakan dengan baik dan tepat. Tetapi dapat pula mendatangkan dosa dan malapetaka manakala manusia menggunakannya untuk mengumbar hawa nafsu dan kesenangan semata. Maka dari itu, sains dan teknologi merupakan madaniyah 'am yaitu benda yang tidak ada sangkut pautnya dengan hadlarah. Sebagaimana Imam Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitabnya Nizhamul Islammenyebutkan bahwa "Sedangkan bentuk-bentuk madaniyah yang menjadi produk kemajuan sains dan perkembangan teknologi/industri tergolong madaniyah yang bersifat umum, milik seluruh umat manusia". Madaniyah itu sendiri merupakan merupakan bentu-bentuk fisik berupa benda-benda yang terindera dan digunakan dalam kehidupan yang meliputi seluruh aktivitas dengan hal ini jelaslah sudah bahwa produk dari sains dan teknologi dalam pandangan Islam boleh/mubah. Tetapi ingat bahwasannya ada juga madaniyah yang bersifat khas seperti patung, salib, bintang david, dll itu merupakan karya/hasil dari hadlarah selain Islam, maka menggunakannya adalah suatu kemaksiatan dan hukumnya kesiumpulannya bahwa pandangan islam terhadap teknologi saat ini merupakan sebuah hal yang lumrah, yang sudah ada pada masa-masa dahulu, dan memang islam mengajarkan kita sebagai umatnya untuk selalu mencari tahu semua kebenaran yang ada didunia ini sesuai dengan syariat islam yang berlaku. Dan islam tidak pernah menutup diri untuk menerima modernsiasi dari sebuah perkembangan jaman. Sehingga dengan adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini merupakan hal yang wajar yang dapat kita terima sebagai umat islam, selama masih sesuai dengan ajaran-ajaran islam yang berlaku. Lihat Gadget Selengkapnya
Di masa yang disebut sebagai era peradaban masyarakat informasi’, informasi adalah kunci segalanya. Siapa yang dapat menguasai informasi dialah pengendali dunia. Lantas bagaimanakah nasib umat muslim yang hingga kini masih berlaku sebagai konsumen informasi? الØÙ…د لله Ø£ØÙ…ده ÙˆØ³Ø¨ØØ§Ù†Ù‡ وتعالى على نعمه الغزار, أشكره على قسمه المدرار, . أشهد ان لا اله الا الله ÙˆØØ¯Ù‡ لا شريك له. واشهد ان سيدنا Ù…ØÙ…دا عبده Ùˆ رسوله النبي Ø§Ù„Ù…ØØªØ§Ø±. اللهم صل على سيدنا Ù…ØÙ…د وعلى أله الأØÙ‡Ø§Ø± ÙˆØ£ØµØØ§Ø¨Ù‡ الأØÙŠØ§Ø± وسلم تسليما ÙƒØÙŠØ±Ø§. أما بعد Ùياأيها الناس اتقوالله ØÙ‚ تقاته ولاتموتن الا وأنتم مسلمون. وقال الله تعالى قالوا Ø³Ø¨ØØ§Ù†Ùƒ ما علم لنا إلا ما علمتنا إنك أنت العليم الØÙƒÙŠÙ… Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt Tuhan semesta alam, pemberi nikmat sehat dan iman dan Islam. shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw keluarganya, para sahabat dan para pengikut setianya. Era global telah menjadikan bumi ini menjadi kampung besar, peristiwa yang terjadi pada hari ini di suatu negeri di belahan dunia akan diketahui serentak oleh seluruh penduduk bumi. Apa yang terjadi di Suriah hari ini pula bisa diketahui di Indonesia. Arti globalisasi dengan demikian menurut pendapat ahlinya adalah suatu proses fenomena di dunia modern bercirikan adanya peningkatan perdagangan internasional, teknologi informasi, kemajuan transportasi, adanya alat-alat canggih yang seolah mampu melipat jarak dan menerobos waktu. Pada khutbah kali ini, khatib hendak mengangkat tema tentang Islam dan tantangan globalisasi, membidik kelemahan Muslim terhadap penguasaan teknologi informasi. Alasan khatib, bahwa teknologi informasi salah satu ciri dari globalisasi an juga melalui teknologi informasi ini Islam juga dicitrakan oleh masyarakat Barat sebagai agama yang suka melakukan aksi kekerasan, anti toleransi, suka mengintimidasi, aggressor dan lain sebagainya. Seorang pakar teknologi Mukhtar Bukhori mengatakan bahwa globalisasi akan mewarnai seluruh kehidupan di masa mendatang dan sebagai akibat dari globalisasi akan melahirkan gaya hidup baru yang mengandung ekses-ekses tertentu seperti materialism, sekularisme, hedonism, anti tuhan dan sebagainya. Selain itu, globalisasi juga bisa membuat orang menjadi mudah dan praktis, mampu membantu pekerjaan manusia seperti perkembangan Iptek. Kemajuan iptek, mempunyai pengaruh signifikan terhadap cara berfikir, bersikap, maupun tingkah laku manusia. Dari dimensi yang satu kemajuan iptek membuat manusia lebih sempurna dalam menguasai, melestarikan dan mengelola alam untuk kepentingan dan kesejahteraan hidup mereka. tetapi pada sisi lain, kemajuan iptek justru menimbulkan dampak sampingan yang kurang menguntungkan bahkan mengancam kehidupan mereka, misalnya polusi biologi, kimia, perusakan, distrupsi fisik dan social serta memburuknya sumber tanah atau hutan ada indikasi semakin merosostnya nilai-nilai kemanusiaan, sebagaimana Allah swt berfirman dalam surah Rum ayat 41 ظَهَرَ الْÙَسَاد٠ÙÙÙŠ الْبَرÙ٠وَالْبَØÙ’ر٠بÙمَا كَسَبَتْ أَيْدÙÙŠ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø³Ù Ù„ÙÙŠÙØ°ÙيقَهÙمْ بَعْضَ Ø§Ù„ÙŽÙØ°ÙÙŠ عَمÙÙ„Ùوا لَعَلَÙÙ‡Ùمْ ÙŠÙŽØ±Ù’Ø¬ÙØ¹Ùونَ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Ayat ini jelas menjelaskan bahwa terjadinya kerusakan di belahan bumi akibat dari uloah perbuatan manusia. Saudara yang berbahagia Orang bijak berkata من أراد الدنيا ÙØ¹Ù„يه بالعلم Ùˆ من أراد Ø§Ù„Ø£ØØ±Ø© ÙØ¹Ù„يه بالعلم Ùˆ من أرادهما ÙØ¹Ù„يه بالعلم Barang siapa yang menghendaki dunia, maka ia hanya dapat meraihnya dengan ilmu, dan barang siapa menghendaki akhirat, maka harus dengan ilmu dan barang siapa yang inginkan kedua-duanya juga harus dengan ilmu Pernyataan ini memuat pesan moral Rasulullah saw untuk menuntut ilmu sebagau benteng hidup dalam kancah percaturan era globalisasi, di masa tersebut menuntut bekal agar mampu bersaing dan bertahan hidup dalam dunia global. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa masa ini disebut sebagai peradaban masyarakat informasi’ informasi menjadi kebutuhan primer da bahkan menjadi sumber kekuasaan, sebab informasi dapat mempengaruhi dan mengembalikan pikiran, sikap dan perilaku manusia. Ada pendapat bahwa siapa yang dapat menguasai informasi dialah pengendali atau penguasa dunia. Dan pertanyaannya apakah ada seorang atau Negara muslim yang menguasai informasi? Jika tidak ada, maka bisa jadi kita terus menjadi bahan pemberitaan yang selalu dipojokkan. Hal ini karena kita sebagai muslim lemah dalam penguasaan teknologi informasi. Berikut saya sebutkan beberapa sisi kelemahan kita sebagai seorang muslim. Pertama, Islam lemah dalam penguasaan IT informasi teknologi. Pada era informasi ini, arus informasi dunia dikuasai dan dikendalikan non muslim yang memandang Islam sebagai musuh yang harus dihancurkan. Mereka menggunakan sarana informasi untuk mengangkat isu-isu global dan kepentingan mereka sendiri. Seperti isu HAM, demokrasi, lingkungan hidup, terorisme, jender, syyaiat islam, khilafah islamiyah yang semuanya itu dijadikan alat propaganda demi kepentingan mereka. Sedangkan umat Islam tidak mempunyai media massa yang memadai untuk memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai Islam atau membela kepentingan agama dan umat. Akibatnya yang terjadi tidak tersalurkannya aspirasi umat, umat Islam hanya menjadi konsumen dan rebutan media massa lain yang tidak jarang membawa informasi yang tidak seimbang, subjektif dan terkadang menyesatkan. Umat Islam kini dibidik oleh medi massa yang tidak islami. Akibatnya umat dikuasai dan dijejali oleh nilai-nilai, budaya, sekulerisme, materialism, hedonism, kekerasan dan sebagainya. Akibat dari itu, tentunya dapat mempengaruhi pola pokir, sikap sehingga lambat laun dapat terbentuk karakter muslim yang fanatic. Saudara-saudara yang berbahagia Kedua, adanya pemojokan terhadap Islam, yakni pemberitaan yang tidak seimbang dan memojokkan islam di dunia internasional. Agar dunia membenci dan memandang negative kepada Islam. Di samping itu media massa kaum kafir gencar menyosialisasikan nilai-nilai, pemikiran, dan budaya mereka ke dunia Islam, agar pola pikir dan gaya hidup umat Muslim bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Sebagaimana kita ketahui bahwa link media massa, kantor-kantor berita, surat kabar pers, penerbitan, jaringan TV, radio dikuasai oleh orang-orang non muslim, dalam hal ini Yahudi seperti reuter, jaringan TV internasional CNN, BBC, CBS,NBS. Selain itu mereka juga menguasai perusahaan perfilman seperti FOX Company, Golden Company, Metro Company, Warners & Broos Company dan Paramount Company serta lain sebagainya. Melalui media-media tersebut Islam diopinikan negative. Mereka menciptakan pendapat umum bahwa Islam dan umatnya sebagai agama berbahaya, intoleran, anti demokrasi, ortodoks, haus darah dan entah apalagi melalui media massanya. Ketiga, Fobia terhadap Islam, yakni adanya pengaruh dari pemberitaan yang terus memojokkan dan mengopinikan Islam mengakibatkan terjadinya fobia terhadap Islam. penyakit ini pernah ditularkan oleh kaum kafir Quraisy. Ketakutan yang menimbulkan rasa benci terhadap Islam yang berasal dari ketidak tahuan mereka tentang Islam. Dan lebih dari itu mereka khawatir dengan Islam sebagai agama yang memiliki potensi mengancam kelandgsungan hidup. Boleh jadi, jika sekarang wajah Islam terkesan menakutkan, di samping karena banyak umat yang tidak melaksanakan Islam secara baik dan benar, juga terutama akibat keberhasilan propaganda kaum Salibis-Zionis lewat jaringan media massa yang mereka kuasai. Diantaranya dengan mempopulerkan istilah fundamentalis, radikalis, militant, ekstrimis, bahkan teroris. Hal seperti inilah yang membangun citra Islam sebagai agama yang menakutkan. Oleh karena itu, melalui khotbah ini mari senantiasa kita tingkatkan terus belajar ilmu pengetahuan terutama teknologi informasi dan media massa. Karena keduanya merupakan senjata yang mampu membentuk image agam islam sebagai rahmatan lil alamin. agama yang toleran, cinta damai, sadar HAM, dan persuasive. Ù‚Ùلْ يَا قَوْم٠اعْمَلÙواْ عَلَى مَكَانَتÙÙƒÙمْ Ø¥ÙÙ†ÙÙÙŠ عَامÙÙ„ÙŒ ÙَسَوْÙÙŽ تَعْلَمÙونَ Ù…ÙŽÙ† تَكÙÙˆÙ†Ù Ù„ÙŽÙ‡Ù Ø¹ÙŽØ§Ù‚ÙØ¨ÙŽØ©Ù الدÙÙØ§Ø±Ù Ø¥ÙÙ†ÙŽÙه٠لاَ ÙŠÙÙÙ’Ù„ÙØÙ Ø§Ù„Ø¸ÙŽÙØ§Ù„ÙÙ…Ùونَ Katakanlah "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu sesungguhnya akupun berbuat pula. Kelak kamu akan mengetahui, siapakah di antara kita yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan. al-An’am 135 بَارَكَ الله٠لÙيْ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙمْ ÙÙيْ Ø§Ù’Ù„Ù‚ÙØ±Ù’آن٠اْلعَظÙيْم٠وَنَÙَعَنÙÙŠ ÙˆÙŽØ¥ÙŠÙŽÙØ§ÙƒÙمْ ÙØ¨Ù…َا ÙÙيْه٠مÙÙ†ÙŽ اْلآياَت٠وَالذكْر ÙØ§Ù„Ù’ØÙŽÙƒÙيْم٠وَتَقَبَÙÙ„ÙŽ Ù…ÙÙ†ÙÙÙŠ ÙˆÙŽÙ…ÙنْكÙمْ تÙلاَوَتَه٠إنَÙÙ‡Ù Ù‡ÙÙˆÙŽ السَÙÙ…Ùيْع٠اْلعَلÙيْم٠Khutbah II اَلْØÙŽÙ…ْد٠لله٠عَلىَ Ø§ÙØÙ’Ø³ÙŽØ§Ù†Ùه٠وَالشÙÙكْر٠لَه٠عَلىَ تَوْÙÙيْقÙه٠وَاÙمْتÙنَانÙÙ‡Ù. وَاَشْهَد٠اَنْ لاَ اÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ اÙلاَ٠الله٠وَالله٠وَØÙ’دَه٠لاَ شَرÙيْكَ لَه٠وَاَشْهَد٠اَنَ٠سَيÙÙØ¯ÙŽÙ†ÙŽØ§ Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙØ¯Ù‹Ø§ عَبْدÙه٠وَرَسÙوْلÙÙ‡Ù Ø§Ù„Ø¯ÙŽÙØ§Ø¹ÙÙ‰ اÙلىَ Ø±ÙØ¶Ù’وَانÙÙ‡Ù. اللهÙمَ٠صَلÙ٠عَلَى سَيÙÙØ¯Ùنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙØ¯Ù ÙˆÙØ¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ اَلÙه٠وَاَصْØÙŽØ§Ø¨Ùه٠وَسَلÙÙمْ تَسْلÙيْمًا ÙƒÙØÙŠÙ’Ø±Ù‹Ø§ Ø§ÙŽÙ…ÙŽÙØ§ بَعْد٠Ùَياَ اَيÙÙهَا Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø³Ù Ø§ÙØªÙŽÙÙ‚Ùوااللهَ ÙÙيْمَا اَمَرَ وَانْتَهÙوْا Ø¹ÙŽÙ…ÙŽÙØ§ Ù†ÙŽÙ‡ÙŽÙ‰ وَاعْلَمÙوْا اَنَ٠الله٠اَمَرَكÙمْ Ø¨ÙØ§ÙŽÙ…ْر٠بَدَأَ ÙÙيْه٠بÙÙ†ÙŽÙْسÙÙ‡Ù ÙˆÙŽØÙŽÙ€Ù†ÙŽÙ‰ بÙمَلآ ئÙكَتÙه٠بÙÙ‚ÙØ¯Ù’سÙه٠وَقَالَ تَعاَلَى اÙنَ٠اللهَ وَمَلآ ئÙÙƒÙŽØªÙŽÙ‡Ù ÙŠÙØµÙŽÙ„ÙÙوْنَ عَلىَ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ¨ÙÙ‰ يآ اَيÙÙهَا Ø§Ù„ÙŽÙØ°Ùيْنَ آمَنÙوْا صَلÙÙوْا عَلَيْه٠وَسَلÙÙÙ…Ùوْا تَسْلÙيْمًا. اللهÙمَ٠صَلÙ٠عَلَى سَيÙÙØ¯Ùنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙØ¯Ù صَلَÙÙ‰ الله٠عَلَيْه٠وَسَلÙÙمْ وَعَلَى آل٠سَيÙÙØ¯Ùناَ Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙØ¯Ù وَعَلَى اَنْبÙيآئÙÙƒÙŽ ÙˆÙŽØ±ÙØ³ÙÙ„ÙÙƒÙŽ وَمَلآئÙكَة٠اْلمÙÙ‚ÙŽØ±ÙŽÙØ¨Ùيْنَ وَارْضَ اللÙÙ‡Ùمَ٠عَن٠اْلØÙÙ„ÙŽÙÙŽØ§Ø¡Ù Ø§Ù„Ø±ÙŽÙØ§Ø´ÙدÙيْنَ اَبÙÙ‰ بَكْرÙوَعÙÙ…ÙŽØ±ÙˆÙŽØ¹ÙØÙ’Ù…ÙŽØ§Ù† وَعَلÙÙ‰ وَعَنْ بَقÙÙŠÙŽÙØ©Ù Ø§Ù„ØµÙŽÙØÙŽØ§Ø¨ÙŽØ©Ù ÙˆÙŽØ§Ù„ØªÙŽÙØ§Ø¨ÙعÙيْنَ ÙˆÙŽØªÙŽØ§Ø¨ÙØ¹ÙÙŠ Ø§Ù„ØªÙŽÙØ§Ø¨ÙعÙيْنَ Ù„ÙŽÙ‡Ùمْ Ø¨ÙØ§ÙØÙ’سَان٠اÙلَىيَوْم٠الدÙÙيْن٠وَارْضَ Ø¹ÙŽÙ†ÙŽÙØ§ مَعَهÙمْ Ø¨ÙØ±ÙŽØÙ’Ù…ÙŽØªÙÙƒÙŽ يَا اَرْØÙŽÙ…ÙŽ Ø§Ù„Ø±ÙŽÙØ§ØÙÙ…Ùيْنَ اَللهÙمَ٠اغْÙÙØ±Ù’ Ù„ÙÙ„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†ÙŽØ§ØªÙ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„Ùمَات٠اَلاَØÙ’يآء٠مÙنْهÙمْ وَاْلاَمْوَات٠اللهÙÙ…ÙŽÙ Ø§ÙŽØ¹ÙØ²ÙŽÙ Ø§Ù’Ù„Ø§ÙØ³Ù’لاَمَ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ وَأَذÙلَ٠الشÙÙØ±Ù’ÙƒÙŽ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ´Ù’رÙÙƒÙيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù†Ù’ØµÙØ±Ù’ Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙŽÙƒÙŽ Ø§Ù’Ù„Ù…ÙÙˆÙŽØÙÙØ¯ÙÙŠÙŽÙØ©ÙŽ ÙˆÙŽØ§Ù†Ù’ØµÙØ±Ù’ مَنْ نَصَرَ الدÙÙيْنَ وَاØÙ’ذÙلْ مَنْ ØÙŽØ°ÙŽÙ„ÙŽ Ø§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ ÙˆÙŽ دَمÙÙØ±Ù’ اَعْدَاءَالدÙÙيْن٠وَاعْل٠كَلÙمَاتÙÙƒÙŽ اÙÙ„ÙŽÙ‰ يَوْمَ الدÙÙيْنÙ. اللهÙمَ٠ادْÙَعْ Ø¹ÙŽÙ†ÙŽÙØ§ اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَÙلاَزÙÙ„ÙŽ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØÙŽÙ†ÙŽ وَسÙوْءَ اْلÙÙØªÙ’Ù†ÙŽØ©Ù ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØÙŽÙ†ÙŽ مَا ظَهَرَ Ù…Ùنْهَا وَمَا بَØÙŽÙ†ÙŽ Ø¹ÙŽÙ†Ù’ بَلَدÙنَا اÙنْدÙونÙيْسÙÙŠÙŽÙØ§ ØØ¢ØµÙŽÙةً ÙˆÙŽØ³ÙŽØ§Ø¦ÙØ±Ù اْلبÙÙ„Ù’Ø¯ÙŽØ§Ù†Ù Ø§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ Ø¹Ø¢Ù…ÙŽÙØ©Ù‹ يَا رَبَ٠اْلعَالَمÙيْنَ. رَبَÙنَا آتÙناَ ÙÙÙ‰ الدÙÙنْيَا ØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ©Ù‹ ÙˆÙŽÙÙÙ‰ اْلآØÙرَة٠ØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ©Ù‹ ÙˆÙŽÙ‚Ùنَا عَذَابَ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙØ§Ø±Ù. رَبَÙنَا ظَلَمْنَا اَنْÙÙØ³ÙŽÙ†ÙŽØ§ÙˆÙŽØ§Ùنْ لَمْ تَغْÙÙØ±Ù’ لَنَا وَتَرْØÙŽÙ…ْنَا Ù„ÙŽÙ†ÙŽÙƒÙوْنَنَ٠مÙÙ†ÙŽ اْلØÙŽØ§Ø³ÙرÙيْنَ. Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙŽØ§Ù„له٠! اÙنَ٠اللهَ ÙŠÙŽØ£Ù’Ù…ÙØ±Ùنَا Ø¨ÙØ§Ù’Ù„Ø¹ÙŽØ¯Ù’Ù„Ù ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ø§ÙØÙ’Ø³ÙŽØ§Ù†Ù ÙˆÙŽØ¥Ùيْتآء٠ذÙÙ‰ Ø§Ù’Ù„Ù‚ÙØ±Ù’بىَ وَيَنْهَى عَن٠اْلÙÙŽØÙ’شآء٠وَاْلمÙنْكَر٠وَاْلبَغْي ÙŠÙŽØ¹ÙØ¸ÙÙƒÙمْ لَعَلَÙÙƒÙمْ ØªÙŽØ°ÙŽÙƒÙŽÙØ±Ùوْنَ ÙˆÙŽØ§Ø°Ù’ÙƒÙØ±Ùوااللهَ اْلعَظÙيْمَ ÙŠÙŽØ°Ù’ÙƒÙØ±Ù’ÙƒÙمْ ÙˆÙŽØ§Ø´Ù’ÙƒÙØ±Ùوْه٠عَلىَ Ù†ÙØ¹ÙŽÙ…ÙÙ‡Ù ÙŠÙŽØ²ÙØ¯Ù’ÙƒÙمْ وَلَذÙكْر٠الله٠اَكْبَرْ Red Ulil H. Sumber Prof. Dr. Nasaruddin Umar Edt 2010, Islam dan Terorisme. Pustaka Cendekia Muda.