37. Benturan Kapal Energi kinetis akibat benturan (The kinetic energy of impact) dari kapal pada dermaga pada saat kapal akan bertambat adalah: E = ½ ( w/g ) (V.Sin α )2 , untuk ukuran kapal besar bisanya kecepatannya ( V ) = 7,5 – 15 cm/dtk, Dalam hal ini diambil V = 15 cm/dt dan Kecepatan kapal pada saat bertambat dengan sudut α = 100 Maka : (V.Sin α )2 = ( 15 .
Perawatan lifeboat merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan mualim 3 setiap minggu dan setiap bulan untuk memastikan kondisinya dalam keadaan normal dan siap digunakan setiap saat jika diperlukan. Setiap management perusahaan kapal memiliki prosedur cheklist tersendiri mengenai item yang harus diperiksa setiap minggu dan setiap bulan.
2. dimensi utama kapal serta lebar dan tinggi Penentuan daerah penangkapan ikan (PP RI no. 62 tahun 2002) badan kapal dari tiap titik 3. Pemberian IUP, SPI, SIKPI pada kapal ikan (PP RI no. 62 tahun 2002) sympson’s. 4. pengukuran langsung terhadap objek/kapalKewenangan pemberian perijinan kapal
menghitung volume kapal. Karenanya tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui sejauh mana volume kapal yang dihitung menggunakan aturan Simpson dapat mewakili volume kapal yang sebenarnya sehingga dapat diterapkan pada bidang permukaan tidak beraturan seperti untuk menghitung volume topografi darat atau dasar laut.
Menghitung Tonase Kotor . Menghitung tonase kotor sebuah kapal adalah prosedur yang agak rumit, karena kebanyakan kapal memiliki bentuk yang asimetris sehingga sulit untuk menghitung volume. Ada banyak cara untuk melakukan penghitungan ini, bergantung pada tingkat presisi yang dibutuhkan dan lembaga yang membutuhkan pengukuran.
1. Menggerakkan Kapal. Ini merupakan fungsi utama propeller yakni untuk menggerakkan kapal. Dengan mengubah tenaga mesin menjadi sebuah gaya gaya dorong maka ketika baling-baling berputar akan menggerakkan kapal seperti gerakan maju dan gerakan mundur. Gaya ini dihasilkan dari lift (Gaya angkat) yang bekerja pada bilah-bilahnya.
Loading master yang kita tahu orang yang ahli atau tukangnya, naikin atau nurunin muatan dari dan ke kapal, dia mengatur schedule pemuatan atau pembongkaran, dia mengatur dan menerapkan K3, dia harus tahu muatan ini berpotensi mencemari lingkungan atau tidak, dia memeriksa kondisi sarana dan prasana pekerjaan bongkar muat, mungkin dari kesiapan alat, pekerja dan hasil akhir dari pekerjaan diatas.
Pengukuan kapal di Indonesia ada 3 cara yaitu (1). cara pengukuran berdasarkan TMS 1969 untuk mengukur kapal bemkuran panjang 24 (dua puluh empat) meter atau lebih dengan rumus GT = Klx V; (2). cara pengukuran berdasarkan TMS 1969 untuk mengukur kapal dengan panjang kurang dari 24 meter dengan rumus GT= 0,25 x V; dan (3). cara pengukuran dalam
Jika DWT 12.000 ton maka berat kapal dimna benar2 kosong tanpa manusia dgn segala macam. perabot nya itulah di sebut lightweght (LWT). Biasanya LWT (berat baja dan machinery) maksimal 30% dari displacement (D) atau Berat kapal total. pada saat garis air penuh. dimana D = LWT + DWT, artinya DWT = D - LWT karena LWT = 30%D maka DWT = 70 %D.
a.Terangkan kemiringan kapal yang dapat terjadi ketika kapal berputar karena kemudi dicikar kekiri / kanan (Heel Due to Turning) · Sewaktu kemudi mulai disimpangkan terjadi gaya P pada daun kemudi, gaya tersebut dapat dipindahkan ke titik G menjadi P1 dan dibuat gaya berlawanan yang sama besar yaitu P2. Gaya P1 yang membuat kapal miring searah
ti42p.