sudahilah semua ini Karna ga ada gunanya ribut sudah sepantasnya cowo mengalah dengan yg lebih terhormat kejarlah dunia jangan lupakan akhirat. 2021-8-6. 0. Reply. Recommended videos. Get app. 404K Likes, 354 Comments. TikTok video from Ebad Salvation (@elemway9): "16.18 #habibnovelalaydrus #elemway9". original sound - celinesun🦋 . Ya mulai hari ini mari kita ubah paradigma keliru yang mengatakan : "kejarlah dunia tapi jangan lupakan akhirat" dengan paradigma yang haq yaitu : "Kejarlah akhirat tapi jangan lupakan dunia". Sebab paradigma keliru itulah yang melahirkan para koruptor yang rajin ke mesjid, para ahli ghibbah yang rajin mengaji, para penipu yang tetap Kejarlah akhirat mu seakan" kau akan mati besok pagi?Kejarlah duniamu seakan" kau akan hidup lbh lama lagi.?mengejar dunia dg melupakan akhirat kita akan akan dptkan apa yg kita ingin kan.?Tetapi dg mengejar akhirat duluan..dunia akan ikut serta ngejar kita. Maka..jangan lupakan pemilik dunia kalo kita mau enak dua" nya???. Ketikakuat pandangan kita terhadap akhirat, maka kenikmatan dunia apapun yang Allah berikan, kita akan berusaha menggunakannya sebaik mungkin untuk persiapan kematian kita. Benar, carilah kehidupan akhirat itu dan jangan lupakan bagian kita di dunia. Karena bagian di dunia kita ini hanyalah kain kafan untuk mempersiapkan hari kematian kita TafsirRaihlah Akhiratmu Namun Jangan Lupakan Duniamu . by Robin; 24.248 Views; Karena akhirat hanya bisa di raih dengan amal dunia. Maka, (sebenarnya) nasib/bagian manusia hanyalah umur dan amal baiknya di dunia". - Imam Hasan dan Imam Qotadah: "Janganlah kau sia-siakan bagian duniamu. Dengan menikmati dan mencari perkara halal seraya numpangisi bio dulu da + nama asli : Herdi + nama ID : Massboy + tempat biasa nongkrong/ngeroom : semua forum di kaskus + alamat asal : Jakarta Selatan + alamat FB/YM/twitter : PM me + kelamin : pejantan tangguh + umur : 15 + agama : Islam + motto hidup : manfaatkanlah waktumu sebaik baik nya karna waktu tidak akan bisa kembali walau hanya 1 detik + kesan di H2H : asik wat ngabisin waktu nga KaedahKe-33 [Carilah Akhirat Tetapi Jangan Lupakan Dunia] Jumat, 12 Nopember 21: Kaidah (Prinsip Pokok) ke-33 menjadikan masa kini dari dunia sebagai persiapan untuk akhirat, dan menjadikan usahanya dalam hidupnya sebagai tanaman untuk (diambil) pada hari memanen. SeimbangkanUrusan Duniamu dengan Akhiratmu. Saat kita memutuskan untuk berislam, saat itu pula kita akan bersyahadat. Apabila kita memutuskan untuk bersyahadat, maka konsekuensinya adalah harus mempertanggungjawabkan syahadat tersebut dengan melaksakan apa yang ada dalam Al-Qur'an serta Al-Hadist dan menjauhi apa yang tertulis didalamnya. Terdapat2 persyaratan, yaitu yang pertama, mereka semua harus tinggal bersama-sama sementara waktu di rumah peninggalan H.Ridwan di desa tersebut, dan yang kedua, mereka harus memecahkan teka-teki buatan H.Ridwan ,yaitu, " kejarlah akhirat tapi jangan lupakan dunia" .Tatang dan Ucok sama-sama menyukai Asma (Adinda Azani), sementara itu, Asma JkdO3. Setiap setik kita hidup di dunia dan banyak melihat belajar dari dunia sekitar. Tapi ketika tanpa berpedoman Al-Qur’an dan Hadits, bukan tidak mungkin akhirnya terjebak pada pikiran “hidup adalah untuk keduniaan. Yang tidak mengejarnya/ rendah di mata duniawi, maka ia adalah orang yang gagal”, naudzubillaahi min dzaalik. Banyak orang menganggap orang yang punya jabatan tinggi, berprestasi, populer, kaya raya, dsb maka dialah yang sukses, padahal belum tentu. Seringkali kita terjebak penilaian kesuksesan seseoranga pada keduniaan saja, bukan apakah Allah merahmati/ ridho atau murka pada dia. Orang yang sibuk pada dunia menganggap belajar Islam adalah sampingan. Padahal belajar Islam adalah yang utama, baru belajar untuk keduniaan. Alasan manusia dilahirkan ke dunia adalah karena mempunyai tugas, yakni mengabdi pada Allah dengan tulus ikhlas karena Allah semata semoga Allah memberi petunjuk. Untuk Allah-lah kita hidup. Beberapa orang sering mengatakan begini, “kejarlah dunia, tapi jangan lupakan agama akhirat”. Kalau kita menelaahnya, kalimat tersebut menunjukkan bahwa koreksi jika saya salah yang dikejar utamanya adalah sesuatu yang bersifat duniawi kedudukan, status sosial, popularitas, kekayaan, jabatan, dsb setelah itu baru agama akhirat. Padahal susunan kalimat dalam Al-Qur’an surat Al-Qashash ayat 77 mengatakan demikian, Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi dan … Al-Qashash77 Susunan kalimat dalam ayat Al-Qur’an di atas menunjukkan bahwa kita hidup di dunia diberi anugerah ilmu, kemampuan, harta, dsb untuk mengutamakan mengejar akhirat, hidup untuk Allah, barulah setelah itu dikatakan jangan lupakan kebahagiaan dunia. Dalam perenungan ini, ternyata yang berbahaya adalah jebakan dunia karena tipu daya setan. Karena kita sering menilai kesuksesan dari duniawi. Semoga Allah melindungi kita dari jebakan-jebakan dunia yang membuat kita lupa pada hakikat hidup yang sebenarnya. Jumlah suka dengan artikel ini 5,107 – Di sinetron religi bulan ramadhan ada film yang berjudul Insya Allah Surga. Dikisahkan mereka sedang mencari jawaban teka-teki “Kejarlah Akhirat Tapi Jangan Lupakan Dunia”. Mari kita bahas sama-sama yuk Dalam Al-Qur’an disebutkan “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi” QS. Al Qashshash 77. Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitab tafsirnya tentang jangan melupakan dunia yang dimaksud “Janganlah engkau melupakan nasibmu dari kehidupan dunia yaitu dari yang Allah bolehkan berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan menikah. Rabbmu masih memiliki hak darimu. Dirimu juga memiliki hak. Keluargamu juga memiliki hak. Istrimu pun memiliki hak. Maka tunaikanlah hak-hak setiap yang memiliki hak.” Tafsir Al Qur’an Al Azhim, 6 37. Itulah pembahasan mengenai teka-teki Kejarlah Akhirat Tapi Jangan Lupakan Dunia. Nantikan artikel menarik selanjutnya ya Tadabbur Al Qur’an di AQL Islamic Center tanggal 16 Mei 2013 disampaikan oleh Ustad Muhammad Zaitun Rasmin, membahas Surat Al Qashash 28 ayat 77 “Dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” Ada 4 point yang disampaikan dari ayat ini 1. Mencari pahala akhirat. 2. Jangan melupakan bagian di dunia. 3. Berbuat baik. 4. Jangan berbuat kerusakan. Pesan utamanya adalah Carilah Akhirat, Jangan Lupa Dunia. “Dan carilah” dalam ayat tersebut merupakan perintah, kalimat aktif. Ini berarti bahwa mencari akhirat adalah yang paling penting dan utama. Mencari akhirat dengan menggunakan apa-apa yang telah Allah karuniakan kepada kita yaitu 1. Hidup Menjadikan hidup atau gunakan hidup dengan sebaik-baiknya untuk mencari akhirat. Seperti hadits Rasulullah SAW “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” 2. Hati meliputi akal, pendengaran, penglihatan. Sebagaimana dalam Surat Al A’raf 7 ayat 179 “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” 3. Dan lain-lain seperti kesehatan, harta. Untuk mendapatkan akhirat tidak ada jaminan, tetapi untuk dunia sudah dijamin oleh Allah. Sebagaimana dalam Surat Hud 11 ayat 6 “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata Lauh Mahfuz.” Tidak akan mati seorang anak Adam melainkan sudah habis rezekinya. Untuk urusan dunia Allah sudah memberikan kemudahan dengan insting dan alat. Yang banyak mendapat rezeki adalah 1. Yang paling kuat fisiknya. 2. Yang paling cerdas. 3. Yang paling keahlian khusus. Jadi jelaslah bahwa URUSAN AKHIRAT HARUS MENJADI PRIORITAS Salah Bekerja yang baik jangan lupa sholat. Benar Jaga sholat, ilmu agama jangan sampai berkurang, jangan lupa bekerja keras. Bagaimana membuat program agar kita benar-benar mengamalkan Surat Al Qashash ayat 77 ? Bekal yang harus kita miliki adalah 1. Tauhid yang benar merupakan bekal utama. Banyak amal saleh dan sedikit dosa maka akan mulus. Amal saleh kurang, banyak dosa maka akan menjalani proses. 2. Menjalankan yang diwajibkan oleh Allah SWT. Kewajiban yang sering terlupa adalah dakwah, hukumnya adalah fardu kifayah yaitu kalau sebagian sudah melaksanakan dan jumlahnya sudah cukup barulah gugur kewajiban yang lain. Dakwah lebih penting daripada umrah dan haji yang sunah. Ibadah yang saat ini paling susah ikhlasnya adalah umroh dan haji, karena sekarang lebih kepada status sosial. 3. Meninggalkan larangan seperti namimah, ghibah. 4. Berbuat kebajikan/melakukan ibadah umum. – Berbuat kebaikan, misalnya kepada sesama manusia dengan senyum, sapa, berkata lemah lembut, mencari ilmu. – Berbuat baik pada orang lain lebih utama daripada sholat sunah. – Sebaik-baiknya manusia adalah yang banyak manfaatnya bagi sesama. Dengan catatan dia tauhid, menjalankan kewajiban dan meninggalkan larangan. – Berbuat baik kepada sesama manusia dan berlapang dada kepada manusia. 5. Melakukan ibadah sunah seperti sholat sunah, puasa sunah.